Januari 12, 2026
library_upload_21_2025_09_996x664_kevin-de-bruyne-mila_cfc71e2

KICAU4D –  Kevin De Bruyne kembali membuktikan mengapa namanya masih pantas disejajarkan dengan gelandang terbaik dunia. Dalam pertandingan Napoli kontra Sporting di Liga Champions, De Bruyne menciptakan momen magis yang membuat publik sepak bola terpesona.

Ia hanya memerlukan tujuh sentuhan untuk membawa bola sejauh 70 yard (sekitar 64 meter), melewati lima pemain lawan, dan menghasilkan assist yang dianggap paling indah musim ini.

Aksi ini terjadi di tengah sorotan tajam terhadap penampilannya di Napoli. Sejak bergabung dari Manchester City, De Bruyne sempat dianggap belum tampil maksimal dan bahkan disebut menjadi “masalah” oleh mantan pejabat klub. Namun, momen spektakuler ini seakan menjadi jawaban telak atas segala kritik.

Assist brilian tersebut menjadi awal dari kemenangan Napoli atas Sporting CP dengan skor 2-1. Rasmus Hojlund menjadi eksekutor akhir yang mencetak gol, tapi semua sorotan tertuju kepada De Bruyne yang memainkan peran utama dalam prosesnya.

Kini, aksi tersebut bukan hanya menjadi bahan pembicaraan karena keindahannya, tetapi juga menegaskan bahwa De Bruyne masih memiliki sentuhan magis yang membuatnya istimewa, meski sudah berusia 34 tahun.

7 Sentuhan Magis: Dari Area Sendiri Menuju Mahakarya di Depan Gawang

7 Sentuhan Magis: Dari Area Sendiri Menuju Mahakarya di Depan Gawang

Aksi gelandang Napoli, Kevin De Bruyne saat melewati hadangan pemain Sporting di Liga Champions, 2 Oktober 2025. (c) Alessandro Garofalo//LaPresse via AP

Aksi brilian itu terjadi pada menit ke-36 di laga Napoli melawan Sporting. Berawal dari situasi bertahan di area sendiri, De Bruyne menerima bola dan dengan tenang melewati tekanan lawan.

Tiga sentuhan pertamanya dilakukan tepat di luar kotak penalti Napoli. Ia melewati Joao Simoes dan Morten Hjulmand, lalu mengalirkan bola ke Andre-Frank Zambo Anguissa sambil terus berlari ke depan.

Saat menerima umpan balik dari Anguissa, ruang mulai menyempit dengan Eduardo Quaresma mendekat. Namun, sentuhan keempat De Bruyne membuat bek Sporting itu kehilangan arah. Ia lalu mempercepat langkah, membawa bola memasuki sepertiga akhir lapangan.

Sentuhan kelima dan keenam menjadi pembuka untuk momen puncak. Pada sentuhan ketujuh, De Bruyne mengirimkan umpan terobosan sempurna yang membelah dua pemain Sporting, Goncalo Inacio dan Geny Catamo. Bola meluncur seperti disayat pisau panas menembus roti, begitu mulus dan akurat menuju Hojlund.

Striker asal Denmark itu menuntaskan peluang dengan tembakan mendatar di antara kaki kiper Rui Silva. Gol itu memang tercatat atas nama Hojlund, tetapi semua yang menyaksikan tahu bahwa itu adalah mahakarya milik De Bruyne.

Jawaban Atas Kritik: De Bruyne Tunjukkan Masih Punya Sentuhan Emas

Penampilan tersebut menjadi pembuktian penting bagi De Bruyne setelah mendapat kritik keras di awal musim. Dalam laga Serie A sebelumnya melawan AC Milan, ia menunjukkan ketidakpuasan saat digantikan oleh pelatih Antonio Conte pada menit ke-72.

Conte sempat memberi komentar tajam, “Saya harap De Bruyne marah karena hasil pertandingan, bukan karena diganti. Kalau tidak, berarti dia salah paham dengan saya.” Ucapan itu memicu perdebatan soal posisi dan peran De Bruyne di skuat Napoli.

Mantan manajer umum klub, Pierpaolo Marino, bahkan menilai kehadiran De Bruyne membuat Scott McTominay kehilangan peran vitalnya di lini tengah. “Apakah De Bruyne masih sama seperti dulu? Dia menginjak wilayah McTominay, dan itu masalah besar,” ucap Marino.

Namun, aksi melawan Sporting membungkam semua kritik. Selain menciptakan assist ajaib, De Bruyne juga memberi umpan silang akurat untuk gol kedua Hojlund, menegaskan kontribusinya yang nyata di laga tersebut.

Statistik Mulai Membaik, De Bruyne Masih Jadi Pembeda

Statistik Mulai Membaik, De Bruyne Masih Jadi Pembeda

Gelandang Napoli, Kevin De Bruyne jelang laga melawan Manchester City di Liga Champions yang digelar di Etihad Stadium. (c) AP Photo/Dave Thompson

Meski sempat diragukan, catatan De Bruyne musim ini mulai membaik. Dalam tujuh penampilan bersama Napoli, ia telah menorehkan tiga gol dan dua assist, termasuk dua gol dari titik penalti. Lebih penting lagi, ia mulai menunjukkan pengaruh besar di laga-laga penting seperti di Liga Champions.

Bagi pemain berusia 34 tahun, mempertahankan level performa seperti ini bukan hal mudah. Tapi De Bruyne membuktikan bahwa visi, kontrol, dan kemampuan membaca permainan tetap menjadi senjatanya yang paling mematikan.

Momen magis itu pun langsung memantik perbandingan dengan assist legendaris lainnya di Liga Champions. Dari umpan Kaka kepada Hernan Crespo pada final 2005, hingga aksi solo Theo Walcott dan sentuhan lembut Sergio Busquets untuk Lionel Messi di El Clasico 2011.

Aksi De Bruyne mungkin tidak seikonik momen-momen itu, tapi keindahan, ketepatan, dan keefektifannya membuatnya layak disebut sebagai salah satu assist terbaik yang pernah terjadi di kompetisi ini.

BACA JUGA INFO MENARIK LAINYA DI BERANDA KAMI

KICAU 4D merupakan salah satu platform resmi & terpercaya di Indonesia yang memiliki berbagai bonus yang dapat di klaim setiap harinya. Kicau 4D juga menyediakan layanan deposit via DANA, OVO, GOPAY, PULSA, BANK, QRIS Instan tanpa potongan sedikitpun.

Segera daftarkan akun kamu dan hubungi kami disini:

SOSMED OFFICIAL KICAU 4D
INSTAGRAM : @agentkicau4d
FANSPAGE FB : KICAU4D OFFICIAL
TWITTER : @Kicau_4dd
WHATSAPP : WA ADMIN
PINTEREST : CSKICAU4D
LINK : >> KLIK HERE <<

Berikut HOT PROMO BONUS KICAU 4D :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *